KANDUNGAN khazanah budaya Melayu, begitu luas. Termasuk bidang politik. Namun, belum banyak orang memanfaatkannya, sambil menumbuhkan kembali budaya tulis di kalangan puak Melayu.
Itulah sebabnya, melalui lomba karya tulis ilmiah mengenai 'Pandangan Politik Orang Melayu' diharapkan muncul berbagai sudut pandang politik orang Melayu. "Justru orang-orang luar Sumatera yang banyak menulis artikel tentang Melayu," kata Pemangku Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu, H Mahyudin Al Mudra SH MM, ketika memberi komentar pada diskusi panel para pemenang lomba tersebut, Senin (24/3), di Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu, Yogyakarta. Lomba yang diselenggarakan dengan dukungan SKH Kedaulatan Rakyat itu diikuti 127 peserta. Dibuka sejak Oktober 2007 hingga 31 Januari 2008. Dari peserta yang ada, kebanyakan dari etnis Jawa 'menguasai' jumlah artikel yang dilombakan.
Setelah dinilai oleh beberapa juri seperti H Mahyudin Al Mudra SH MM, Drh H Chaidir MM (budayawan Riau), Dr Alfitra Salam (peneliti LIPI), Prof Dr Heddy Shri Ahimsa-Putra (antropolog UGM) dan Kenedi Nurhan (jurnalis), terpilih Muhammad Endy Saputro sebagai juara 1, disusul Ary Budianto (juara 2), Imam Mustofa (juara 3), Israr Iskandar (juara harapan 1), Krisna Budiman (juara harapan 2), dan Ihwan Mahmudi (juara harapan 3). Selain mendapat tropi dan piagam, juara 1 mendapat Rp 10 juta, juara 2 Rp 5 juta, juara 3 Rp 4 juta, harapan 1 Rp 2,5 juta, harapan 2 Rp 2 juta dan harapan 3 Rp 1,5 juta. Mereka yang menyandang juara 1 sampai 3 diberi kesempatan untuk mempresentasikan karyanya.
Dalam kesempatan itu hadir pula Prof Dr Sjafri Sairin, dan melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis kepada para juara. Hingga kini masih diakui bahwa ajaran dan budaya Melayu tidaklah lekang meski telah berjalan dalam rentang waktu dan sejarah panjang. Melayu masih tetap tegak, bahkan selalu ikut berperan dalam membangun peradaban manusia. Budaya Melayu, sebagaimana diakui Mahyudin, bahkan bisa menjadi sumber pengetahuan yang memadai tentang bagaimana membangun konsep dan praktik politik yang sehat, bersih, dan bertanggung jawab.
Jaymz